Sabtu, 19 Oktober 2019

PENALARAN DEDUKTIF, INDUKTIF, DAN SALAH NALAR

1.    Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi. Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
2.    Metode-metode Penalaran
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
·       Deduktif
Metode penalaran deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

·       Induktif
Metode penalaran induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan yang bersifat umum, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.

Contoh:   Pada saat ini remaja lebih menyukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, shuffle, salsa, modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff. Tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.

  3.    Salah Nalar
           Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
      Jenis-jenis salah nalar:
       a.   Deduksi yang salah
    Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
     Contoh:
        ·         Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas.
        ·         Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.
     
     b.  Generalisasi terlalu luas
     Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang      dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
     Contoh:
        ·         Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati.

        ·         Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENALARAN DEDUKTIF, INDUKTIF, DAN SALAH NALAR 1.     Pengertian Penalaran Penalaran  adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamat...