PENALARAN DEDUKTIF, INDUKTIF, DAN SALAH NALAR
1. Pengertian Penalaran
1. Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan
indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap
benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang
dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis dan hasil kesimpulannya
disebut dengan konklusi. Hubungan antara premis dan konklusi disebut
konsekuensi.
2.
Metode-metode Penalaran
Ada dua jenis
metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.
·
Deduktif
Metode penalaran deduktif adalah suatu metode berpikir yang
menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam
bagian-bagian yang khusus. Proses penalaran ini disebut Deduksi.
Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal
umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses
pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau
hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan
adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus)
dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi
sosial dan penanda status sosial.
· Induktif
Metode penalaran induktif adalah metode yang digunakan dalam
berpikir dengan bertolak dari hal-hal yang bersifat khusus untuk menentukan
kesimpulan yang bersifat umum, prosesnya disebut Induksi. Penalaran
induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum,
teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh: Pada saat ini remaja lebih menyukai tari-tarian dari barat
seperti breakdance, shuffle, salsa, modern dance dan lain
sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock,
blues, jazz, maupun reff. Tarian dan kesenian tradisional mulai
ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar
yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian
dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya
tradisional.
3.
Salah Nalar
Gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau
cacat.
Jenis-jenis salah nalar:
a. Deduksi yang salah
Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau
tidak memenuhi persyaratan.
Contoh:
· Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu
menjadi cerdas.
·
Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.
b. Generalisasi terlalu luas
Salah nalar
ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh:
·
Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan
menjadi manusia Pancasilais sejati.
·
Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen
karena barang itu cepat pecah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar